Kamis, 17 Desember 2020

 

 

 

 

sumber:  Kompas.com

“Rencana Presiden Jokowi menggratiskan vaksinasi kepada masyarakat”

Covid 19 merupakan ancaman besar bagi  masayarakat di dunia, awal mul adanya cobid ini terjadi di kota Wuhan, China awalnya masyarakat Indonesia menggangap bahwa virus ini tidak mungkin masuk ke wilayah Indonesia, bahakan berbagai meme dan sinsdiran terhadap covid ini bertebaran di media sosial, namun alhasil nega Indonesia terkena juga dan berbagai pertauran mulai dilaksanakan, muali dari Protokol kesehatan, pertauran pendidikan dll

Covid 19 ini telah menjadi musibah besar bukan hanya untuk Indonesia akan tetapi untuk seluruh dunia, adanya Covid 19 ini berimplikasi menjadi pemicu berbagai kemunduran sector yang ada, berbagai kalangan merasakan dampak dari adanya covid 19 ini,  masalah ii bukan hanya menjadi maslah pemerintah akan tetapi juga menjadi masalah bagi seluruh masayarakat, berbagai peraturan telah di lakukan oleh pemerintah untukmenahan tingakat perkembangan jumlah positif Covid 19 ini, akan tetapi  jika masyarakat mengabaikannya, percuma saja.

Seharusnya bukan hanya pemerintah saja yang terus aktif untuk meminimalisir penyebaran covid tapi juga harus dibantu oleh berbagai sector, masayarajt dan NGO (Non Government Organization) bisa bersama – sama saling bahu membahu mengurangi perkembangan positif Covid – 19 ini, 

Dengan bahu membahu bersatu bersama – sama selalu megikuti protocol yang ada, mungkin jumlah peningkatan positif Covid – 19 akan terus berkurang, akan tetapi di Negara Indonesia ini masaih banyak masyarakat yang mengabaikan adanaya imbauan tersebut, ada banayak factor penyeabnya salah satunya adalah budaya yang masih tradisonal yang masih dipercayai oleh masyarakat.

Bahkan disebagaian wilayah di Indonesia, masih banyak masayarakat yang kurang sadar dan kurang mengabaikan peraturan yang ada, masyarakat terus menerus mengikuti budaya yang ada seingga berbagai aturan dan protocolpun diacuhkan dengan mudahnya, peraturan yang membuat masyarakat pusing dan ruwet juga menjadi salah satu faktornya,

Dari sector tenaga medis diawal kemunculan Covid 19 ini menjadi momok bagi tenaga medias, karena berbagai fasilitas baik gedung dan fasilitas lainnya sangatlah kurang, saking banyaknya ornag yang tertular tenaga medis dibuat kewalahan.

Dan diakhir tahun 2021 pemerintah berencana mengimpor vaksin, dan dengan adanya vaksin ii menjadi angin segar agar Covid 19 akan segera berakhir, akan tetapi adanay Vaksin ini menuai berbagai argument dari masayarakat, mulai dari biaya Vaksin, penyebaran Vaksin yang harus merata dan lain sebagainya, untuk biaya vaksin itu sendiri president Jokowidodo telah menggratiskan  vaksin tersebut, bukan tanpa alasan, menggeratiskan vaksin ini sudah degan berbagai perhitungan.

Pemerintah berharap dengan adanya penggeratisan Vaksin ini mampu menjangkau lapisan masayarakat, sehingga tidak ada deskriminasi secara wilayah dan masyarakat, juga dengan meratanya pemberian Vaksin ini akan meningkatkan (Herd Immunity) kekebalan kelompok, hal ini berkaita dengan efektivitas vaksin corona dan hubungan masyarakat yang berhubungan dnegan masayarakat,

Yang diharapkan oleh berbagai pihak semoga dengan adanya Vaksin ini, covid – 19 akan segera berakhir dan aktivitas berjalan secara normal kembali, dan negera Indonesia semakin maju dan jaya kedepannya.

 

 

 

 

Sumber Kalderanews.com































 

 

Memperingati hari Sumpah Pemuda ke 92, Indonesia harus bersatu dan semakin maju

Memperingati hari Sumpah pemuad ke 92, Menteri POLHUKAM Mahfud M.Dm meresmikan  TVRI untuk wilayah papua barat sebagai stasiun ke – 30 yang akan resmi beroprasi, tujuan dari pengedaannya TVRI untuk menghubungkan berbagai wilayah yang ada di Indonesia,selain itu juga untuk untuk mengetahui perbagai informasi yang terjadi.

Pada pidatonya beliau, menegaskan bahwa sumpah pemuda seharusnya membawa energy positif yang menyatukan persaingan dan perbedaan antar daerah, selain itu sumpah seharusnya menyatukan bisa menyatukan Indonesia dengan melupakan masalah – maslah maupun kepentingan bersama

Semangat persatuan harus terus diperjuangkan dengan mernghargai berbagai perbedaan antar wilayah, dengan cara itulah Indonesia akan bersatu dan menjadi Negara yang maju, mengacu ke 92 tahun yang lalu para pemuda saling berkumpulbersumpah menjadi bangsa yang satu, berbahasa satu dan bertanah air yang satu.

Salah satu cara agar Indonesia tetap bersatu yaitu  dengan cara membangun Infratruktur yang akan menghubungkan wilayah yang ada di Indonesia sehingga masyarakat di berbagai wilayah menjadi bersatu dan berkontribusi untuk memjaukan Indonesia.

Pemerintah berharap dengan adanya TVRI di wilayah Papuan barat bisa menyediakan berbagai informasi yang berkualitas sehingga masyarakat Papau bisa mendapatkan informasi yang sama dengan wilayah lainnya. Sehingga tidak ada pendeskriminasian wilayah

 

 

Kamis, 19 November 2020

 

 


 

Happy Parenting di Masa Pandemi Corona

Kamis, 19 November 2020

Pewarta : Abdu Amar


Era pandemic saat ini membuat segala kegiatan di kerjakan di rumah atau Workfromhome, berbagai aktivitas seperti learnfromhome, schoolfromhome, dll membuat, psikis atau mental anak menjadi menurun bahkan membuat jenuh bahkan depresi

Peyebab utama adalah kurangnya sosialisasi dengan teman – teman,  belum lagi kejenuhan selama dirumah anak – anak tidak bebas imbasnya para orang tua terbebani oleh tugas yang diberikan,

Kondisi seperti ini seharusnya dimanfaatkan untuk memberikan pendekatan terhadap anak bagi  orang tua dan anak  menjadi tantangan  bersama, mulai menyadari terlebih dahulu, bagaimana kondisi saat ini

Kebiasaan yang selama ini kita terus menerus lakukan harusnya membuat kita sadar dan menjadi pembelajaran bagi kita sebagai orang tua dan anak – anak,  terlebih dahulu  bisa merubah maindset dan beradaptasi di era pandemic ini

Cara yang terbaik adalah bagaimana menerapkan kebiasaan tersebut kepada anak – anak sehingga, perilaku dan sikap  anak menjadi lebih baik,

Menurut Lusiana Pansilawatiningsih, selaku Konselor dan Hipnoterapi Anak,  dimasa pandemi ini  banyak terjadi kekerasan dalam rumah tangga, faktor – faktor yang menyebabkan  kekerasan dalam rumah tangga, ada empat hal yang menjadi tolak ukur, Komplain, menyalahkan, menghakimi, kritik,

Menurutnya hal terbaik adalah dengan meluangkan waktu atau menghabiskan waktu sendiri, alangkah lebih baik bisa menghabiskan waktu bersama keluarga dengan cara – cara yang menyenangkan sehigga, kasih sayang anak dan keluraga bisa terpenuhi

 

 

Rabu, 01 Mei 2019

Tugas UTS BAHASA JURNALISTIK "Revisi Naskah Berita"

Editan
PT Sulam Sutera Tbk berhasil memperoleh kebanggaan yang menorehkan kehebatan perusahaan dengan sejumlah prestasi dalam ajang Anugerah Pemerintah pada tahun  2019. Dalam gelaran Anugerah Pemerintah ke-8 tersebut, Sulam Sutera dianggap mampu berhasil meraih penghargaan The Best Kinerja. Penghargaan ini diraih berkat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang dinilai sudah sangat ok (BAIK) dalam tata kelolanya, mencatatkan kinerja gemilang, sekaligus mampu bersaing di skala nasional dan global.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Sulam Sutera Ilham Bintang juga meyabet penghargaan sebagai The Best CEO. Selain kedua penghargaan tersebut, Sulam Sutera juga berhasil meraih penghargaan Pengembangan Talenta Terbaik dan Transformasi Organisasi Terbaik. Penghargaan ini diterima oleh Ilham Bintang pada acara yang diselenggarakan di Grand BallroomRitz Carlton, di Jakarta, pada hari Kamis (28/3).

"Penghargaan ini tentunya memotivasi seluruh jajaran Sulam Sutera baik manajemen maupun karyawan, untuk bekerja lebih baik lagi. Penghargaan ini membuktikan juga Sulam Sutera semakin siap bertransformasi menjadi perusahan energi," ujar Ilham Bintang.

Diselenggarakan oleh PT Swasta Sinema dan didukung oleh PPM Manajemen, penilaian Anugerah Pemerintah 2019 dilakukan sejak bulan Januari lalu melalui pengisian kuesioner, presentasi perusahaan, wawancara, dan penilaian dewan juri yang digawangi (DIPIMPIN) oleh mantan Menteri era Soeharto Tanri Abeng. Setidaknya terdapat sejumlah aspek penilaian dalam penghargaan ini antara lain pertumbuhan dan transformasi, tata kelola perusahaan, pengembangan talenta (SDM), dan inovasi teknologi.

Dijelaskan oleh Tanri Abeng bahwa perusahaan Sulam Sutera sangat hebat. “Patut diapresiasi,” jelas Tanri Abeng pada saat penghargaan pada hari Jumat (29/3).

Melalui raihan ini, Sulam Sutera telah berhasil mempetontonkan (MEMPERLIHATKAN) kepada masyarakat luas terkait mantapnya (BAIK) kinerja perusahaan. Tidak hanya berhasil meningkatkan kinerja (ITU), perusahaan juga berhasil mengembangkan potensi insan Sulam Sutera.

Hasil  Editan

Raih berbagai penghargaan, PT Sulam Sutera Tbk menjadi perusaan terbaik.
PT Sulam Sutera Tbk berhasil menorehkan perusahaannya dengan sejumlah prestasi dalam ajang Anugerah Pemerintah 2019. Dalam Anugerah Pemerintah ke-8 tersebut,  Sulam Sutera meraih penghargaan The Best Kinerja. Penghargaan ini diraih berkat pelaksanaan tata kelola perusahaan yang dinilai sangat baik, mencatatkan kinerja gemilang, sekaligus mampu bersaing di skala nasional dan global.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Sulam Sutera Ilham Bintang, memeroleh penghargaan sebagai The Best CEO. Selain kedua penghargaan tersebut, Sulam Sutera juga, meraih penghargaan Pengembangan Talenta Terbaik dan Transformasi Organisasi Terbaik. Penghargaan ini diterima oleh Ilham Bintang pada acara yang diselenggarakan di Grand BallroomRitz Carlton, di Jakarta, Kamis (28/3).

"Penghargaan ini tentunya memotivasi seluruh jajaran Sulam Sutera baik manajemen maupun karyawan, untuk bekerja lebih baik lagi. Penghargaan ini membuktikan juga Sulam Sutera semakin siap bertransformasi menjadi perusahan energi," ujar Ilham Bintang.

Diselenggarakan oleh PT Swasta Sinema dan didukung oleh PPM Manajemen, penilaian Anugerah Pemerintah 2019 dilakukan sejak Januari lalu melalui pengisian kuesioner, presentasi perusahaan, wawancara, dan penilaian dewan juri yang dipimpin oleh mantan Menteri era Soeharto Tanri Abeng. terdapat sejumlah aspek penilaian dalam penghargaan ini, antara lain pertumbuhan dan transformasi, tata kelola perusahaan, pengembangan talenta (SDM), dan inovasi teknologi.

Dijelaskan oleh Tanri Abeng bahwa perusahaan Sulam Sutera sangat hebat. “Patut diapresiasi,” jelas Tanri Abeng, Jumat (29/3).

Melalui raihan ini, Sulam Sutera, berhasil memperlihatkan kepada masyarakat terkait kinerja perusahaan, juga berhasil mengembangkan potensi insan Sulam Sutera.

Editan
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk menetapkan ketua umum dan anggota komite eksekutif (exco) definitif pada kepengurusan 2019-2024 kemungkinan besar bakal diselenggarakan setelah pilpres, antara bulan Mei hingga Agustus mendatang, yang kemungkinan dilaksanakan tempatnya (BERTEMPAT) di Jakarta. Sejumlah figur atau tokoh terkenal, dari tokoh politik, pejabat negara hingga pengusaha, para menteri, gubernur dan bupati sudah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam perebutan kursi panas jabatan ketua PSSI tersebut.
Gusti Randa, pelaksana tugas (plt) ketua umum PSSI yang saat ini masih menjabat, mengungkapkan KLB kemungkinan baru bisa digelar pada Agustus nanti. Namun, rencana itu dianggap terlalu lama oleh mayoritas pemilik suara (voters).  Di sisi lain, PSSI sendiri masih menunggu respon dari FIFA sebagai bagian dari aturan dan tahapan yang harus dilalui untuk memastikan waktu pelaksanaan extraordinarycongress tersebut. "Jadi, ya, kita Jadi, ya, kita tunggu saja," kata Gusti, Sabtu (6/4/2019).
Di tengah masa penantian ini, kubu Persib Bandung keukeuh mencalonkan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Mochammad Iriawan untuk mengomandani otoritas sepak bola nasional itu. Umuh Muchtar, manajer Persib Bandung, menyebut KomjenIriawan sangat siap mengomandani PSSI.
Menurut Umuh Muchtar, sosok Iriawan yang biasa disapa Iwan Bule itu memiliki banyak kemampuan  untuk memimpin PSSI. Selain berpengalaman lima tahun sebagai pembina Persib, Iwan Bule juga profesional.
Kehadiran sosok petinggi Polri untuk memimpin PSSI dinilai sangat tepat ddan akurat dalam upaya memberantas praktik kotor pengaturan skor seperti yang dibongkar Tim Satgas Anti Mafia Bola yang telah dibentuk Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kesit Budi Handoyo, pengamat sepak bola nasional, mengakui bahwa PSSI memang memerlukan pemimpin yang berani, tegas, dan paham tentang seluk beluk sepak bola Indonesia.
Melihat kiprahnya saat bertugas di jajaran kepolisian, keberanian dan ketegasan melekat pada sosok Komjen Mochammad Iriawan. Apalagi, didukung dengan jajaran pengurus yang kuat, berdedikasi dan profesional. Maka, oleh karena itu, ada harapan jika kedepannya PSSI akan lebih baik.  
"Mantan Kapolda Metro Jaya itu adalah sosok yang memiliki kriteria untuk memimpin PSSI," kata Kesit, Jumat (5/4).

Diingatkan oleh Kesit apa yang terjadi di PSSI saat ini, di mana sejumlah pengurusnya terlibat dalam pengaturan skor, bisa dijadikan pelajaran yang sangat penting.

Hasil editan

Siapa yang pantas menjadi ketua PSSI?
Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI menetapkan ketua umum dan anggota komite eksekutif (exco) definitif pada kepengurusan 2019-2024 kemungkinan diselenggarakan setelah pilpres, antara Mei hingga Agustus mendatang yang kemungkinan dilaksanakan di Jakarta. Sejumlah tokoh terkenal, dari politik, pejabat negara hingga pengusaha, para menteri, gubernur dan bupati sudah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam perebutan kursi panas jabatan ketua PSSI tersebut.
Gusti Randa, pelaksana tugas (plt) ketua umum PSSI yang masih menjabat, mengungkapkan KLB baru bisa digelar pada Agustus nanti. Namun, rencana itu dianggap terlalu lama oleh mayoritas pemilik suara (voters).  Di sisi lain, PSSI masih menunggu respon dari FIFA sebagai bagian dari aturan dan tahapan yang harus dilalui untuk memastikan waktu pelaksanaan extraordinarycongress tersebut. "Jadi, ya, kita Jadi, ya, kita tunggu saja," kata Gusti, Sabtu (6/4/2019).
Di tengah masa penantian ini, kubu Persib Bandung keukeuh mencalonkan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Mochammad Iriawan untuk mengomandani otoritas sepak bola nasional itu. Umuh Muchtar, manajer Persib Bandung, menyebut KomjenIriawan sangat siap mengomandani PSSI.
Menurut Umuh Muchtar, Iriawan yang biasa disapa Iwan Bule itu memiliki banyak kemampuan  untuk memimpin PSSI. Selain berpengalaman lima tahun sebagai pembina Persib, Iwan Bule juga profesional.
Kehadiran sosok petinggi Polri untuk memimpin PSSI dinilai sangat tepat dan akurat dalam memberantas praktik kotor pengaturan skor seperti yang dibongkar Tim Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kesit Budi Handoyo, pengamat sepak bola nasional, mengakui bahwa PSSI memang memerlukan pemimpin yang berani, tegas, dan paham tentang seluk beluk sepak bola Indonesia.
Melihat kiprahnya saat bertugas di kepolisian, keberanian dan ketegasan melekat pada sosok Komjen Mochammad Iriawan. Apalagi, didukung dengan jajaran pengurus yang kuat, berdedikasi dan profesional. oleh karena itu, ada harapan jika kedepannya PSSI akan lebih baik.  
"Mantan Kapolda Metro Jaya itu adalah sosok yang memiliki kriteria untuk memimpin PSSI," kata Kesit, Jumat (5/4).
Diingatkan oleh Kesit apa yang terjadi di PSSI saat ini, di mana sejumlah pengurusnya terlibat dalam pengaturan skor, bisa dijadikan pelajaran yang sangat penting.





Comments system

Disqus Shortname